Memaparkan catatan dengan label Mutiara. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Mutiara. Papar semua catatan

Ujian Itu Bukan Hukuman

Assalamualaikum

"Ujian itu bukan hukuman, tapi itu adalah kasih sayang dari Allah agar kita lebih tabah dalam mengharungi kehidupan"


kita selalu selalu mengeluh dan merungut kan bila di beri sedikit ujian..itulah yg dikatakan lumrah manusia.


padahal kita lupa, Allah beri ujian kerana DIA sayangkan kita,  DIA tak mahu kita hanyut dlm dunia sementara ni.

padahal bila diberi kesenangan,  kekayaan, kejayaan.. kita lupa pula nak bersyukur... kan dah cakap lumrah manusia.

kita tak mahukan jadi manusia yg mudah lupa dgn kebaikkan yg diberi? apa kata mulai dr sekarang kita ubah sikap, sifat, pemikiran kita? ayoh jadi manusia yg tahu bersyukur dan berterima kasih..😉

Kasih Rasulullah Tiada Terhingga

بسم الله الرحمن الرحيم

Ambilah ikhtibar dan peringatan dengan apa yang diwasiatkan oleh Rasulullah.


Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah,

"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, iaitu Al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku,bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk syurga bersama-sama aku”.

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca,
Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.
Usman menghela nafas panjang
dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
"Rasulullah akan meninggalkan kita semua”, keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat,
tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.
Pada saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup.
Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

"Bolehkah saya masuk?" tanyanya.

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah,
"Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut roh Kekasih Allah dan Penghulu Dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?"
Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega,
matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khuatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
’Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan roh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."


Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat Kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."

"Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya
’Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku’,
”peliharalah solat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu”, bisik Rasulullah s.a.w ke telinga Ali.


Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii, ummatii,ummatiii"
"Umatku, umatku, umatku"

Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli ’ala Muhammad wa baarik wa salim ’alaihi.

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

BEGITU KASIHNYA RASULULLAH S.A.W TERHADAP UMATNYA, KITA PULA BAGAIMANA???????

* Menitis air mata ini...


sumber asal

Percayalah Aku Masih Memerlukanmu

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamualaikum,

tika dan saat ini, hatiku merindui seseorang..seseorang yang telah banyak berkorban demi hidupku, di mana harus ku cari ganti..kerana ku tahu..itu tak mungkin, engkau hanya satu di dunia ini

bila teringat pengorbananmu, tangisanmu, lena dan jagamu, dan di setiap saat susah senangku, engkau sentiasa di sampingku, aku menangis sepuasnya..kenapa aku tidak diberi peluang untuk terus menjaga dan menjaga dirimu

namun terkadang aku terfikir, kenapa ramai insan insan di luar sana, mengabaikan mu, dan yang menghairankan ada yang sanggup memukul, memaki malah yang lebih teruk membunuhmu...nauzubillah

Allah sangat murka dengan orang orang sebegini, yang tak tahu menghargai, menyayangi dirimu, takkan mereka tak tahu, redha Allah itu datangnya bersama redhamu..

Ya Allah... kukirimkan doa untuk dia yang sangat ku sayangi..Engkau jagalah dia, sebagaimana dia menjagaiku, berikan tempat yang paling mulia untuknya disisiMU....aamiin ya rabbal a'lamiin





Kata Indah Untuk Ibu

Ucapan Hari Ibu Dalam Bahasa Melayu




Kasih Sayang Ubat Yang Paling Mustajab


بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamualaikum, hidup ini kalau tiada kasih sayang apa akan jadi? pasti terumbang ambing jugakan? kasih sayang kepada keluarga, dan dalam keluarga ada ramai yang harus kita sayangi terutama ibu bapa, abang, kakak dan adik, kita ada sahabat, jiran dan yang paling penting sayang pada diri sendiri. U alls sayang KY tak??? hiihihi..soalan cepu mas ni...KY sayang u alls..semoga silaturrahim ini akan berkekalan....aamiin


Kasih sayang adalah ubat yang sangat mustajab. Tanpa kasih sayang, hati jadi keras, manusia fokus kepada diri dan tak kisah orang lain dan kehidupan jadi hambar. Hari ini, mari kita berdoa, cari jalan dan terus bertindak untuk pamerkan kasih sayang kepada semua orang, terutamanya kepada mereka yang mengambil berat terhadap diri kita.

Mudahnya Untuk Bahagia


بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamualaikum,


Orang yang bahagia sentiasa mudah... apabila hendak tidur dan dia boleh tidur dengan lena dan bangkit dengan bersemangat. 
Kalau ingin bahagia perlu jaga empat perkara, Jaga Kehormatan, Redha, Berbuat baik dan Jaga Lidah, (Ustazah Siti Nur Bahyah Mohamood)

Jadi  apa kata mulakan hari bahagia kita mulai sekarang...

Rebut Lima Perkara


بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamualaikum...


"Rebutlah lima perkara sebelum lima perkara, muda sebelum engkau tua, sihat sebelum engkau sakit, kaya sebelum engkau miskin, kelapangan sebelum engkau sibuk dan hidup sebelum engkau mati." (Riwayat Al-Hakim)

Apa yang penting dalam hidup kita ini ialah rajin bermuhasabah...